MUNGKIN diantara kita ada yang merasa mustahil bisa jalan-jalan ke Jepang. Atau merasa bahwa travelling kesana itu cuma buat mereka-mereka yang punya duit banyak aja. Jawabnya, no! Nggak gitu.
Saya dulu memang sempat berpikir seperti itu, tapi setelah mencoba beberapa travelling backpacker ke sana tahun 2015, 2016, 2019 dan 2020, saya merasa bahwa ke Jepang bukan lagi hal yang sulit dilakukan bagi temen2 yang kantongnya pas-pasan.
Terlebih sebagai seorang muslim-muslimah, keliling Jepang butuh tips khusus, agar bisa hemat sekaligus bersahabat dengan aktivitas syariat.
Ada beberapa tips ringkas yang mungkin bisa kalian lakukan supaya bisa travelling hemat di Jepang:
Pertama, tentang tiket. Rajin-rajinlah buka situs penerbangan dari Indonesia ke Jepang. Lihat disitu kapan ada promo atau sale tiket murah. Bisa juga rajin-rajin follow akun-akun travel yang jualan tiket promo. Biasanya biaya tiket akan lebih murah kalau jadwalnya sekitar 2-3 bulan kedepan. Bukan yang mepet-mepet dalam waktu dekat. Saya pernah dapet penerbangan ke Jepang dengan harga 3 jutaan PP menggunakan Air Asia. Lumayan banget kan?
Kedua, tentang penginapan. Di jepang, ada banyak penginapan yang harganya semalam sekitar 100an ribu aja. Kalau nggak percaya, cek di aplikasi Agoda atau booking.com. Memang tempatnya jangan dibayangkan seperti hotel berbintang. Yang penting layak dan aman untuk menginap, itu sudah cukup.

Saya pernah menginap di semacam Hostel atau Guest House di Osaka dan Kyoto. Suasananya nyaman banget. Meskipun sekamar ada beberapa tempat tidur (shared room), tapi suasananya mirip bertamu di rumah orang asli sana. Ada ruang keluarga, berisi sofa dan televisi. Ada dapur atau tempat untuk membuat minuman dan makanan. Kalau ketemu pemiliknya, dia ramah dan selalu berusaha membantu.
Kalau lebih hemat lagi, kamu bisa cari kenalan orang-orang Indonesia yang sedang bekerja atau sekolah di Jepang. Banyak dari mereka yang masih jomblo, kamu bisa menjalin komunikasi jauh-jauh hari. Kalau kamu baik ke mereka, pasti mereka akan membantu kamu ketika nanti berkunjung ke sana. Saya sudah pernah melakukan cara ini beberapa kali. Meskipun ini sifatnya bonus, kalo ditawari nginap di rumahnya ya alhamdulillah. Kalau enggak, ya gapapa. Minimal nambah teman baik.

Ketiga, soal makan. Bagi yang muslim, siap-siap menahan diri kalau jalan-jalan ke Jepang dengan budget minim. Karena nggak semua makanan disana boleh dimakan oleh muslim. Masih banyak makanan yang mengandung sake, mirin, babi, dan bahan-bahan haram lainnya. Sedangkan makanan halal, seperti ramen halal misalnya, cukup mahal harganya. Seporsi paling murah sekitar 100an ribu. Onigiri yang berisi daging ikan sekalipun, tidak semua disana halal. Karena kadang mengandung mirin (kecap asin yang mengandung khamr).
Saran tips buat kalian yang memang niatan backpacker, kalian bisa bawa lauk-lauk sendiri dari rumah untuk jaga-jaga selama travelling. Saya pernah bawa abon ayam, abon sapi, nori kering, daging goreng, dll dari rumah untuk bekal selama travelling di Jepang. Nanti kalau lapar, tinggal masuk ke kombini (Lawson, 7/11, Family Mart, dll) untuk beli nasi putih aja. Lumayan, bisa menghemat ratusan yen selama 3-4 hari awal.
Makanan halal di Jepang memang saat ini sudah nggak sesulit dulu. Hari ini bisa menginstall aplikasi Halal Japan untuk semua informasi makanan halal disana. Kalau budget tipis, maka tahan diri untuk makan yang mahal-mahal. Ntar aja kalau sekiranya ada sisa cukup lumayan sebelum pulang, kamu boleh cobain ramen halal di sana. Oiya, di bandara pun ada. Enak pula!
Keempat, tentang barang bawaan. Jangan terlalu banyak bawa baju. Penerbangan murah seperti Air Asia misalnya, hanya dapet jatah 7 kg untuk cabin. Itu seberat tas ransel kamu kalau penuh. Lebih dari itu, mereka akan menyuruh kamu mengurangi barang bawaan kamu di bandara. Alias, dibuang.
Ketika musim semi dan gugur, mungkin ini saat paling nyaman untuk berpakaian. Cuacanya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Bawa baju cukup 1 hari 1 tshirt aja. Kalo kamu disana 5 hari, maka bawa baju atasan cukup 5 pcs. Dan pastikan itu bukan baju terbaikmu. Karena kalau over-weight, relakan baju2 itu di tempat sampah bandara. hehe.
Kalau musim dingin dan musim panas ini yang agak boros pakaian. Musim dingin mengharusnya pakai baju dobel2 dan tebal. Musim panas mudah bikin berkeringat, sehingga baju harus sering ganti karena basah dan bau. Mungkin kalian bisa antisipasi sendiri bagaimana sebaiknya.
Untuk menghemat biaya dan barang bawaan, kamu harus menahan diri untuk nggak belanja macem-macem. Jangan beli sesuatu kalau ada kemungkinan itu bisa dibeli di Indonesia. Misal, toserba seperti Daisho, sudah ada di Indonesia. Kamu gak perlu borong oleh-oleh disana. Karena kamu bisa dapetin juga di Indonesia. Kalau kamu mengharuskan beli sesuatu, pilih yang emang penting dan khas banget. 2-3 item aja cukup. Jangan banyak-banyak.
Kelima, paket data internet. Kalau kamu sendirian, kamu nggak harus keluarin banyak uang untuk pesan paket internet roaming ketika ke Jepang. Kamu bisa memanfaatkan fasilitas Japan Free Wifi yang tersedia di berbagai tempat disana. Tapi kalau kami backpacker bersama teman-teman kamu, maka kamu bisa menyiasati dengan beli paket data 1 aja, untuk tethering hot-spot biar bisa dipakai rame-rame.

Lima tips diatas semoga bermanfaat buat kalian yang baru pertama kali backpacker ke Jepang. Jangan lupa share pengalaman kamu di kolom komentar di bawah. Selamat berpetualang. Fii amanillah!(*)
Oleh: Smokefreeyouth
Editor: Faizah

