Essay

Bertebaranlah di Muka Bumi!

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS. Al Jumuah :10)

Ketika saya membuka Al-Quran, saya tertarik ayat Allah dalam Surat Al-Jumuah ayat 10 diatas. Di ayat tersebut Allah memerintahkan kita untuk bertebaran di muka bumi, setelah kita melaksanakan kewajiban kita shalat[1].

Menurut para ahli tafsir, umat Islam boleh bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan urusan duniawi, dan berusaha mencari rezeki yang halal, sesudah menunaikan yang bermanfaat untuk akhirat.[2]

Bumi Allah ini sungguh luas. Tempat kita berpijak ini hanya sebagian kecil dari seluruh hamparan permukaan bumi. Dan karunia Allah bukan hanya ada di tempat kita tinggal. Bukan hanya di kota kita, di propinsi kita, atau negeri kita saja. Akan tetapi karunia Allah bisa ada di belahan bumi manapun.

Maka pernahkah anda berpikir untuk menjelajahi bumi Allah yang lebih lebih jauh lagi? Menembus batas-batas teritorial negeri, demi mencari karunia Allah disana?

Alhamdulillah,.. Islam adalah agama yang mengharuskan kita memiliki visi yang jauh kedepan. Allah memerintahkan kita untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin, agar kita bisa sukses di dunia dan di akhirat. Maka tidak ada salahnya pula kita punya cita-cita untuk menjelajahi bumi Allah yang indah ini.

Akan banyak hikmah ketika kita bisa berkunjung ke Tanah Suci Mekkah-Madinah untuk berziarah ke tempat-tempat dimana Rasulullah Saw hidup, sejak lahir hingga wafatnya. Mungkin juga akan menyenangkan jika kita bisa melihat bukti-bukti peninggalan peradaban Islam di Andalus, Baghdad, atau Turki. Mungkin juga kita akan mendapatkan banyak inspirasi ketika kita bisa mengunjungi negeri-negeri yang masih minoritas muslim, untuk menambah ilmu dan mengupayakan dakwah. Dan masih banyak negeri-negeri lain yang kaya akan tanda-tanda kebesaran Allah disana!

Namun para ulama berpesan kepada kita, agar cita-cita kita untuk berkeliling dunia tidak sia-sia di akhirat. Dua hal yang harus selalu kita jadikan sebagai niat dan tujuan selama kita berada di luar negeri:

Pertama, jadikan perjalananmu sebagai misi untuk mengambil ilmu dan pelajaran yang mungkin tidak bisa didapat di negerimu sendiri. Jangan hanya kagum dengan negeri orang lain, tapi tingkatkan kepekaanmu untuk mempelajari mengapa mereka bisa seperti itu. Jangan hanya fokus mengambil foto dan video untuk membuat pamer, tapi jadikan itu sebagai alat untuk menyampaikan hikmah kepada orang-orang di negerimu.

Kedua, jadikan perjalananmu sebagai misi dakwah Islam di negeri yang kamu kunjungi. Misi inilah yang diperintahkan Nabi Saw ketika mengutus Muadz bin Jabal untuk pergi ke negeri sebelah, yaitu Yaman. Juga ketika Umar bin Khattab harus ekspansi ke Palestina. Juga ketika Muawiyah punya misi menyebarkan Islam sampai Maroko. Semua itu dalam rangka misi dakwah. Tanpa misi menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia, tidak mungkin Islam bisa sampai ke negeri kita saat ini, Indonesia.

Jadi, wahai para pemuda, tegakkanlah kewajibanmu, lalu bertebaranlah di muka bumi!(*)

Catatan Mingguan #1
Aditya Abdurrahman
03/01/2024


[1] Shalat dalam ayat ini yang dimaksud adalah shalat Jum’at.

[2] Tafsir Tahlili, Kemenag RI

Mimin

Mimin

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Essay

Penyakit Psikologis Hoarding Disorder: Suka Beli Barang, Tapi Cuma Ditumpuk

PERKEMBANGAN modernisasi memang berdampak cukup besar kepada berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek psikologi. Mungkin ada yang pernah
Essay

Ustadz Kok Wibu?!

BANYAK yang kaget, kalau saya ternyata pembaca setia manga Dragon Ball hingga saat ini. Bahkan bukan cuma itu, sampai hari
Top