Event

Ustadz Luqmanul Hakim Membawa Ilmu dan Hadiah Untuk Jamaah Guyub Bareng Baik Bareng 2026

SURABYA — Suasana di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Sabtu (18/04/2026) malam kemarin dalam acara Guyub Bareng Baik Bareng terasa sangat interaktif dan penuh semangat. Ustadz Luqmanul Hakim membawakan tausiah dengan gaya yang santai namun penuh makna, sering kali menggunakan singkatan yang mudah diingat dan berinteraksi langsung dengan jamaah melalui pantun, pertanyaan dan gerakan tangan.

Ustadz Luqmanul mengawali tausiah dengan mengajak jamaah melihat ayat di pojok atap masjid, yaitu akhir dari surah yang berbunyi “Wallahu yarzuqu may yasyau bighairi hisab“, yang artinya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Beliau memperkenalkan istilah TMBA, yaitu singkatan dari Terlalu Mudah Bagi Allah. Dengan gerakan jari kelingking, beliau menekankan bahwa segala masalah mulai dari hutang, penyakit, hingga urusan jodoh, semua itu sangatlah kecil dan mudah bagi Allah untuk menyelesaikannya.

Untuk menggambarkan konsep TMBA, beliau menceritakan kisah seorang jamaah yang sangat ingin memiliki mobil Pajero. Sang kiai memberinya amalan membaca “Al-Waqi’ah” 300 kali sehari. Karena keyakinan yang luar biasa (meskipun caranya unik), orang tersebut benar-benar mendapatkan mobil itu secara tunai dalam sebulan. Inti dari pesan ini adalah bahwa perbedaan hasil terletak pada perbedaan tingkat keyakinan kepada Allah.

Ustadz Luqmanul juga memperkenalkan konsep ATM sebagai bekal jamaah untuk pulang:

  • A (Allah): Allah adalah satu-satunya tujuan.
  • T (Tempat): Menjadi sandaran utama.
  • M (Meminta/Mengharap)

Beliau menekankan dua poin penting:

  • Allah Tempat Meminta: Berbeda dengan manusia yang akan kesal jika terus-menerus dimintai bantuan (seperti ilustrasi tetangga yang dimintai daun pisang berkali-kali), Allah justru senang jika hamba-Nya meminta. 
  • Allah Tempat Mengharap: Beliau mengingatkan jamaah dengan pantun: “Hati-hati berharap pada manusia, berharap pada manusia pasti kecewa“. Jika ingin hidup tenang dan tidak mudah terbawa perasaan (baper), maka sandarkan harapan hanya kepada Allah, bukan kepada pasangan, teman, atau atasan.

Suasana semakin hangat ketika Ustadz Luqmanul memberikan tantangan kepada jamaah untuk mengulang pantun tentang harapan. Seorang jamaah yang berhasil mengulang pantun tersebut diberikan hadiah tunai sebesar Rp1.000.000 sebagai bentuk nyata dari konsep “rezeki tanpa batas” yang datang secara tidak terduga.

Tausiah ditutup dengan pesan agar jamaah tetap semangat menghadapi kondisi ekonomi dan selalu menjaga prinsip ATM dalam kehidupan sehari-hari agar bisa “Guyub Bareng dan Baik Bareng“.

Admin

Admin

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Event

Pemuda Baik

  • September 20, 2020
CAMPAIGN PROJECT, program penyuluhan mengenai bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba dan alkohol, pergaulan bebas (free sex), dan pemakaian tato
Event

Youth Care

  • September 20, 2020
Program penyaluran bantuan untuk orang-orang yang kesulitan dikarenakan faktor ekonomi, bencana, atau musibah. Bentuk program ini meliputi beasiswa untuk pemuda,
Top