SURABAYA- Sabtu malam kemarin (18/04/2026) Habib Muhammad Bin Anies sebagai salah satu pemateri, membuka tausiahnya dengan salam hangat dan doa-doa kebaikan, menyapa para jamaah dengan sebutan “calon penghuni surga“. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Ustadz Abdul Somad dan Ustad Luqmanul Hakim menambah kekhidmatan suasana, menciptakan harmoni kebersamaan yang kuat antara para ulama dan jamaah.
Dalam tausiahnya, Habib Muhammad membawakan dengan sedikit kelakar diselingi logat Jawa, tak jarang jamaah tertawa mendengar apa yang disampaikan. Hal tersebut menumbuhkan kesan guyub antar seisi ruangan.

Disana beliau menekankan bahwa manusia secara hakiki membutuhkan orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau mengambil perumpamaan sederhana berupa ibadah sholat berjamaah. Ketika seseorang sholat sendirian hanya mendapat satu pahala. Namun ada orang lain yang meskipun tampak biasa saja atau memiliki kekurangan memberikan tanda menjadi makmum, dapat mengangkat pahala sholat tersebut menjadi 27 derajat. “Kita butuh orang lain untuk jadi orang baik,” tegas beliau mengingatkan bahwa pakaian atau penampilan luar bukanlah jaminan mutlak akhlak seseorang.

Merujuk pada hadist di kitab Riyadhus Shalihin, Habib Muhammad membedah pesan Rasulullah SAW: “Unshur akhaka dzaliman au madhluman” (Tolonglah saudaramu, baik yang berbuat zalim maupun yang dizalimi). Menolong yang Dizhalimi Ini adalah hal yang wajar dan mudah dipahami, seperti membantu saudara yang sedang kesulitan ekonomi atau tertimpa musibah. Sedangkan menolong orang yang zalim berarti mencegah atau melarang mereka melakukan perbuatan buruk. Beliau mencontohkan, jika ada teman yang ingin meminjam sesuatu untuk maksiat, bentuk pertolongan terbaik kita adalah dengan tidak memberikannya atau menasehatinya.
Di akhir tausiahnya, Habib Muhammad berpesan agar umat Islam senantiasa menampilkan wajah agama yang mudah dan penuh rahmat. Beliau mengajak jamaah untuk tidak terus-menerus menakut-nakuti dengan neraka, melainkan menunjukkan bahwa “Islam itu surga” dan penuh kasih sayang.

Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar perjumpaan di Masjid Al Akbar ini membawa keberkahan yang berkelanjutan bagi seluruh warga Surabaya dan sekitarnya.

