Essay

Apa Aku Masih Boleh Berteman dengan Mereka?

Mungkin banyak yang berpikir bahwa setelah seseorang berhijrah – merubah kehidupannya menjadi lebih baik – itu masih boleh secara bebas bergaul dengan teman-teman lamanya, yang notabene mereka itu adalah teman-teman yang sampai saat ini masih melakukan kebiasaan-kebiasaan negatif, sekaligus suka sekali mengajak-ajak kembali melakukan keburukan yang sudah lama ditinggalkan. Atau sebaliknya, sebagian berpikir bahwa kalau sudah berhijrah itu berarti harus benar-benar meninggalkan teman-teman lamanya, menghilang dari circle mereka, dan sama sekali tidak peduli. Mana sebaiknya yang kita lakukan?

Ada satu kaidah dalam Islam yang wajib kita pahami, yaitu:

“Diharamkan bagi seseorang berada di tengah-tengah kemungkaran, kecuali bermaksud untuk merubahnya.”

Dari kaidah ini kemudian menjadi sebuah hukum boleh tidaknya kita bergaul dengan teman-teman lama yang masih suka berbuat maksiat. Jika keberadaan kita disana dirasa memiliki kekuatan, kemampuan, akses, potensi, peluang, dalam mencegah kemungkaran yang mereka lakukan tersebut, maka bergaul dengan mereka menjadi penting untuk dilakukan.

Namun perlu digaris bawahi! Jika ilmu belum cukup, mendalami agama baru setahun-dua-tahun, menjawab syubhat-syubhat mereka pun tidak mampu, tidak bisa mengimbangi dominasi dan pengaruh mereka ketika berargumen, maka JANGAN SEKALI-KALI nekat masuk dalam circle mereka lagi.

“Berarti aku harus ninggalin mereka selamanya dong??”

Jawabnya: Tergantung. Tergantung seberapa siap diri anda dalam memiliki bekal untuk mendakwahi mereka, mewarnai mereka dengan Islam yang sudah anda pelajari bertahun-tahun tersebut. Kalau guru-guru anda dalam belajar agama sudah memberikan ijin untuk anda berdakwah kepada teman-teman lama, itu berarti beliau sudah meng-acc kualitas anda. Jika belum, maka lebih giatlah untuk mengupgrade diri.

Ingatlah, bahwa meninggalkan mereka itu hanya sementara saja. Karena di awal hijrah anda itu adalah masa-masa rentan yang membutuhkan lebih banyak penguatan iman melalui ilmu dan pendampingan. Nanti jika anda sudah siap, suatu hari Insya Allah anda kembali menemui mereka, dalam konteks mengajak teman-teman anda itu merasakan keindahan dan kenikmatan berislam. Wallahu a’lam. (*)

Oleh: Aditya Abdurrahman
Editor: Faizahani Atikahsari

Faizahani Atikahsari

Faizahani Atikahsari

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Essay

Bertebaranlah di Muka Bumi!

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS.
Essay

Penyakit Psikologis Hoarding Disorder: Suka Beli Barang, Tapi Cuma Ditumpuk

PERKEMBANGAN modernisasi memang berdampak cukup besar kepada berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek psikologi. Mungkin ada yang pernah
Top