Kita jarang merasa bahwa cepat atau tidaknya perbaikan dalam diri kita itu sebenarnya banyak dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar kita. Khususnya teman-teman kita. Ada orang yang hidup sudah puluhan tahun, setelah lulus kuliah, kerja, menikah, tapi kualitas dirinya gitu-gitu saja. Nggak berubah. Tetap nggak dewasa, nggak memiliki visi hidup, nggak punya prestasi, nggak punya karya, nggak punya hasil-hasil besar dalam hidup, dan tetap saja nggak peka dalam bersikap.
Di sisi lain, ada orang-orang yang begitu cepat bergerak dan berubah menjadi lebih baik. Seolah baru beberapa bulan saja kita terakhir bertemu dengannya, kini sudah banyak pengalaman, ilmu, wawasan, karya, dan prestasi dalam hidupnya.
Salah satu faktor yang mungkin memiliki pengaruh besar adalah teman-temannya. Sudahkah kita memiliki teman-teman yang berkualitas, sehingga mampu membuat kita memacu diri kita untuk jadi lebih baik? Bagaimana mungkin kita bisa terpacu untuk beramal shalih lebih baik dan lebih banyak jika teman-teman kita malas ibadah? Bagaimana mungkin kita termotivasi membuat karya-karya besar yang bermanfaat untuk umat jika teman-teman kita sibuk dengan hal-hal yang tidak produktif?
Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Sudahkah kita punya teman-teman yang memiliki visi-visi besar dalam hidupnya?
Sudahkah kita punya teman-teman yang punya perencanaan yang matang dalam mewujudkan visi hidupnya?
Sudahkah kita punya teman-teman yang produktif dalam memanfaatkan waktu-waktu mereka?
Sudahkah kita punya teman-teman yang rajin menjaga kualitas dan kuantitas ibadahnya?
Seberapa berkualitas teman-teman kita saat ini?
Semoga ini bisa menjadi renungan bersama. (*)
Oleh: Aditya Abdurrahman
Editor: Faizahani A.

