Essay

Anti Galau! Buku Bacaan Untuk Mengisi Waktu Luang.

Menghabiskan waktu luang dengan bermain gadget tentu mengasyikan dan sangat menyenangkan untuk sebagian orang. Eitts, tapi kamu sadar gak sih kalau kebanyakan main gadget bisa membuat kita terlena bahkan menurunkan kemampuan daya ingat otak kita loh. Maka dari itu, kita harus pandai memilih kegiatan dan jangan sampai lalai dalam menghabiskan waktu luang kita. Rasulullah SAW dalam sunnahnya mengatakan bahwa nikmat yang paling sering manusia lalaikan salah satunya adalah nikmat waktu luang.

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” -HR Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah. 

Nah, oleh karena itu disini saya ingin menyarankan kegiatan berfaedah yang sekiranya bisa kamu lakukan di waktu luang kamu! 

Siapa yang suka baca buku? Coba angkat jempolnya hehehe, bercanda. Yap, betul. Kegiatan yang akan saya sarankan disini ialah membaca. Sudah menjadi rahasia umum bahwa membaca tidak hanya membuat pembendaharaan kata kita semakin luas, namun juga mampu mengasah daya berpikir kritis kita loh!

Selain itu juga, membaca bisa membantu untuk mengurangi kegalauan hati kita. Kok bisa? Bisa dong, biar waktu luangnya gak dipakai hanya untuk memikirkan si doi dan overthinking aja terus. 

Berikut beberapa buku bagus yang bisa saya sarankan untuk kamu baca di rumah. Alur yang menarik, penggambaran tokoh yang variatif dan tentu banyak nilai-nilai hidup yang bisa diambil dari buku-buku tersebut InsyaAllah bisa bikin kita semua terhindar dari galau-galau club, deh.

  1. Totto-Chan, karya Tetsuko Kuroyanagi

Totto-Chan menceritakan kisah seorang anak perempuan yang seringkali mendapat penilaian tidak adil dari orang sekitarnya hanya karena dia “berbeda”. Bahkan di sekolah lamanya, ia dikeluarkan oleh guru hanya karena kegemarannya dalam mendengarkan nyanyian para pengamen jalanan. Sebagai anak yang cukup unik, para guru di sekolah lamanya kemudian angkat tangan karena sudah tidak lagi mampu mengatasi tingkah Totto-chan ini sehingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengeluarkan Totto-chan secara sepihak dari sekolah. 

Tenang, justru disini lah yang akan menjadi titik balik dari cerita hidup Totto-chan. Setelah berusaha dengan sekuat tenaga mencari sekolah baru untuk Totto-chan, akhirnya sang ibu menemukan sekolah baru yang cocok untuk Totto-chan. Di sekolah baru ini lah kemudian Totto-chan merasa diterima dengan segala keunikan yang dimilikinya. Bahkan, diawal perkenalan dengan kepada sekolah saja, Totto-chan merasa sangat dimengerti karena untuk pertama kali dalam hidupnya, akhirnya ada orang dewasa yang mau mendengarkan ocehannya selama empat jam lebih tanpa menginterupsi sekali pun.

Berasa gak gimana terharunya kalau jadi Totto-chan? Sama. Saya juga terharu banget waktu awal baca buku ini. Ohiya by the way, buku ini diambil dari kisah nyata si penulis buku loh. Jadi makin berasa deh terharunya. Seperti kita yang dewasa ini, selalu mengharap ada yang mendengarkan suara kita di luaran sana, anak kecil pun punya kebutuhan yang sama. Sayangnya, kita seringkali lupa dengan kebutuhan tersebut. Sebagai tenaga pendidik, tentu kualitas yang dimiliki oleh Mr. Kobayashi yang merupakan kepala sekolah baru Totto-chan harus dicontoh dan dijadikan pelajaran bagi kita semua. 

Bahkan semua sistem di sekolah baru milik Mr. Kobayashi ini sangat unik dan tentunya semaksimal mungkin mengembangkan potensi semua muridnya dengan baik. Akhir buku ditutup dengan haru biru. Pokoknya kamu gak bakal nyesel deh baca buku satu ini, bukan hanya diajak mengerti dari kacamata anak kecil, kita juga bisa berkaca dan melihat lagi sistem pendidikan di negeri ini yang sayangnya masih banyak sekali minusnya. Selain itu, buku ini secara tidak langsung juga mengajarkan tentang parenting yang baik loh.

  1. Asa, Malaikat Mungilku, karya Astuti J. Syahban

Masih tentang anak kecil, buku yang kedua bercerita tentang perjuangan seorang anak kecil dalam melawan penyakitnya. Buku ini ditulis dari sudut pandang sang ibu yang menemani Asa, tokoh utama dari buku ini dalam melawan penyakitnya. Sama seperti buku sebelumnya, buku ini juga diambil dari kisah nyata sang penulis. 

Asa merupakan anak kecil yang menderita penyakit lupus sejak usianya yang masih belia. Meski begitu, keteguhan dan semangat Asa dalam melawan penyakitnya sungguh menjadi inspirasi yang besar bagi saya. Tidak hanya itu, keimanan Asa kepada Allah SWT bahkan ketika diatas ranjang rumah sakit setelah sesi kemoterapi nya lah yang membuat saya ingin kamu untuk membaca buku ini. Melalui Asa, kita bisa belajar artinya kepercayaan yang sesungguhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Saya tidak ingin spoiler banyak nih, mungkin salah satu scene bisa mampu menggugah kamu untuk membaca buku ini dan mengambil pelajaran dibaliknya. Di akhir cerita ketika Asa akhirnya kalah dalam melawan penyakitnya, sesungguhnya menjadi gerbang kisah Asa menuju keabadian yang lebih indah. Ketika pemakaman Asa, ada tiga orang pemuda yang tidak diketahui sebelumnya berebutan untuk memakamkan jenazah Asa di liang lahat bersamaan dengan sang Ayah. MasyaAllah. Allahu Akbar. 

Semoga kita semua bisa meninggalkan dunia ini dengan kondisi yang sebaik itu ya. Gasssss langsung baca aja gak sih? Banyak sekali yang bisa kita renungi dari kisah adik Asa ini. Jangan lupa siapkan tisu yaaa dan selamat menikmati bacaan.

  1. The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared, karya Jonas Jonasson

Sedikit berbeda dibandingkan dua buku sebelumya, buku ketiga ini akan membawa banyak humor kepada pembaca. Buku ini bercerita tentang seorang kakek yang pada perayaan ulang tahunnya yang ke-100 tahun, memanjat jendela dari panti jompo yang ditinggalinya selama ini. Uniknya, si kakek ini punya cerita masa muda yang sangat seru dan menantang. Tidak diduga selama masa mudanya, sang kakek pernah bertemu berbagai tokoh dunia dan membantu mereka dalam permasalahan-permasalahan pelik yang mereka hadapi loh.

Buku ini juga sedikit membahas tentang Indonesia dan para pemimpinnya. Bahasa yang menarik dan satir, membuat buku ini cukup bisa untuk mengocok perut kamu dengan humornya yang berbeda dari biasanya. Alurnya pun sedikit membingungkan jika tidak konsentrasi saat membacanya karena  akan maju mundur sesuai dengan kejadian serta peristiwa yang terjadi saat sang kakek lari dari panti jompo juga ketika ia mengingat kisah masa mudanya dulu. Jika kamu mencari buku yang bisa menambah wawasanmu tapi ringan sekaligus kocak, buku ini bisa jadi pilihan terbaik. 

Ending buku ini juga mampu bikin saya ngakak dan terbengong sekaligus saking terheran dengan kecerdasan humor si penulis buku, Jonas Jonasson. Ada salah satu quotes pembuka di awal buku yang ingin saya highlight disini. 

“Segala sesuatu berjalan seperti apa adanya, dan apapun yang akan terjadi, pasti terjadi”

  1. Secrets of Divine Love, karya A. Helwa

Buku selanjutnya bergenre self improvement, bisa jadi pilihan tepat buat kamu yang lagi baru memulai hijrah atau sedang berhijrah nih. Buku milik A.Helwa ini banyak mengingatkan kita untuk selalu mengingat Allah dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Tidak hanya itu, buku ini pun mengajarkan kita tentang keindahan islam yang selama ini barangkali luput dari pengamatan.

Di buku ini kita diajarkan bagaimana untuk mengeratkan hubungan kita dengan Allah SWT melalui sudut pandang dan cara-cara yang sangat indah serta menyentuh. Bahkan di awal pengenalan dari penulis sendiri ada salah satu halaman yang sangat membuat haru loh. Tertulis di buku ini tentang bagaimana sang penulis merasa tidak cukup baik dan tidak cukup mengenal Islam namun kemudian seiring perjalannya, dia mengerti bahwa memang itulah kodrat manusia, kita memang tidak pernah cukup baik. 

Hanya dengan karunia dan cinta dari Sang Ilahi lah puzzle puzzle diri kita yang masih kurang kemudian akan terisi sepenuhnya. Maka dengan iman lah kita bisa mengisi hal-hal yang dirasa kurang tersebut. Tenang! Mungkin bagi kita, diri ini tidak pernah cukup rasanya tapi bagi Allah kita adalah makhluknya yang terkasih, bahwa cinta Allah itu tanpa syarat. 

“Jika seorang hamba mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku mendekatinya satu hasta. Jika dia mendekati-Ku satu hasta, niscaya Aku mendekatinya satu depa. Jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan kaki, niscaya Aku mendatanginya dengan berlari kecil.”

  1. Anne of Green Gables, karya Lucy Maud Montgomery

Buku terakhir pilihan saya adalah karya klasik dari Lucy Maud Montgomery. Mungkin kamu sudah familiar ya dengan judulnya karena pernah diadaptasi menjadi serial film di salah satu platform digital. Percayalah, versi buku akan selalu bagus dibandingkan versi film. Buku originalnya sendiri terdiri dari delapan series buku yang menceritakan kisah perjalanan Anne. Disini kita hanya akan membahas tentang bukunya yang pertama sekaligus paling terkenal ya yaitu Anne of Green Gables.

Anne merupakan seorang anak yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan, secara tak sengaja diadopsi oleh sepasang kakak-adik di Green Gables. Anne sendiri merupakan anak yang memiliki imajinasi yang tinggi, ceria, senang berbicara dan tentu saja sangat cerdas. Semenjak kedatangan Anne, rumah Green Gables tidak lagi pernah sepi dan selalu ramai akan celotehan cerdas Anne. 

Petualangan Anne di Avonlea akan membawamu pada kisah yang sangat luar biasa dan mengingatkan pada masa-masa indah ketika kecil dulu. Anne akan mengajarkanmu tentang bagaimana berjiwa besar meski dengan berbagai kisah masa lalu suram. Buku ini semakin menarik dengan deskripsi alam yang sangat detail dan membuat kita jadi semakin menghargai keindahan alam serta memperhatikan detail-detail kecil yang selama ini terlewatkan mata dewasa kita. Karena terkadang, sebagai manusia dewasa kita terlalu fokus pada hal-hal besar sehingga lupa tentang keindahan hal-hal kecil disekitar. 

Nah gimana, sudah cukup tertarik belum menghabiskan waktu luangmu dengan bacaan-bacaan diatas? 

Barangkali dari lima buku diatas ada yang familiar dan pernah menjadi bacaan kamu juga? Atau kamu punya bacaan lain yang ingin disarankan kepada saya? Yuk kita diskusi bareng, silahkan komentar saja di bawah yaaa dan selamat membaca semuanya~

Ingat, buku adalah jendela dunia. Maka dengan membaca, kita bisa menjelajah ke berbagai tempat hanya melalui satu tempat. (*)

Oleh : Ifda Faidah A.

Editor : Faizahani A.

Ifda Faidah Amura

Ifda Faidah Amura

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Essay

Bertebaranlah di Muka Bumi!

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS.
Essay

Penyakit Psikologis Hoarding Disorder: Suka Beli Barang, Tapi Cuma Ditumpuk

PERKEMBANGAN modernisasi memang berdampak cukup besar kepada berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek psikologi. Mungkin ada yang pernah
Top