Tanya Ustadz Umum

Q: Apa yang Dimaksud “Rezeki Berkah”?

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Ustadz. Saya bingung, sebenernya yang dimaksud “rezeki yang berkah” itu yang gimana, ya? Soalnya ada yang bilang “percuma punya duit banyak tapi nggak berkah”. Nah, maksudnya berkah disini apa, ya?

Dari: Hamba Allah

Jawab:

Wa alaikumussalam warah matullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, pertanyaan ini memang sering ditanyakan orang pada umumnya karena belum begitu paham tentang konsep berkah dalam Islam. Banyak juga ketika mencari pekerjaan yang dilihat hanya aspek besaran gajinya saja. Tidak melihat aspek-aspek lainnya yang menurut Islam bisa jadi jauh lebih penting dari sekedar besaran nominal pendapatan.

Keberkahan, menurut para ulama dimaknai sebagai bertambahnya kebaikan atau langgengnya suatu kebaikan yang kita dapatkan. Imam Al Ghazali mengatakan bahwa yang dimaksud keberkahan adalah bertambahnya kebaikan pada diri seseorang dan kebaikan itu tetap berlangsung selama orang tersebut hidup.

Bentuk keberkahan yang diterima oleh seseorang itu bisa bermacam-macam. Misalnya kebahagiaan, ketenangan hati, kenikmatan dalam ibadah, rasa cukup, dan sebagainya.

Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Makanan untuk berdua cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk bertiga cukup untuk empat orang.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, “Makanan untuk satu orang cukup untuk berdua, makanan untuk berdua cukup untuk empat orang dan makanan untuk berempat cukup untuk delapan orang.”  (HR. Muslim)

Dalam hadits ini dijelaskan bahwa keberkahan bisa berupa rasa cukup. Meski makanan harusnya cukup untuk 2 orang, ternyata bisa cukup dimakan bertiga. Kenapa demikian? Karena berkah.

Seorang ahli ilmu pernah mengatakan, keberkahan itu adalah “ketika kita mendapatkan rezeki meskipun sedikit tapi bisa mencukupi. Jika rezeki itu banyak, maka ia juga tidak membahayakan.”

Maka ketika mencari rezeki dengan bekerja atau berbisnis, jangan hanya mencari jumlah atau kuantitasnya yang banyak, tapi yang lebih penting dari itu, carilah keberkahannya. Yaitu dengan cara-cara yang diridhoi oleh Allah. Wallahu a’lam.(*)

Oleh: Aditya Abdurrahman (Pembina Better Youth Foundation)

Editor: Faizahani A.

Faizahani Atikahsari

Faizahani Atikahsari

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Tanya Ustadz Umum

Q: Kenapa harus beribadah kalau ingin jadi orang baik?

Pertanyaan: “Emangnya ibadah itu syarat untuk dikatakan sebagai orang baik? Kan diluar sana banyak orang nggak ibadah tapi dia orang
Pra-Nikah Tanya Ustadz

Q: Gimana Agar Kita Bisa Dapet Jodoh Santri yang Rajin Sholat dan Bacaan Qur’an-nya Bagus?

Pertanyaan:“Ustadz, saya ada teman, dia seorang santri, punya pengetahuan agama yang baik, menjaga sholat walaupun sedang safar, dan bacaan ngajinya
Top