Pra-Nikah Tanya Ustadz

Q: Gimana Kalau Jodoh Saya Tidak Setulus Ayah Saya? Saya Takut dan Was-Was Memilih Calon Suami

Pertanyaan:

“Ustadz, bagaimana meyakinkan hati dengan pernikahan? Karena sejujurnya, saya sering dihantui rasa takut. Bagaimana nantinya calon suami saya tidak setulus Ayah saya? Jadi setiap ada laki-laki yang ingin berta’aruf dengan saya, saya malah dibayangi rasa takut duluan..”

Jawaban:

Khawatir itu wajar, kok. Justru, kekhawatiran itu harusnya membuat kita lebih prepare untuk jadi lebih baik. Bukan malah lari, malah takut menghadapi. Karena apa? Pernikahan adalah keniscayaan.

Yang perlu kita ketahui adalah tidak semua yang terjadi pada orang lain juga terjadi di dalam hidup kita nantinya. Masalah yang lagi viral di sosial media atau di manapun itu belum tentu terjadi di dalam diri kita.

Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena setiap manusia memiliki faktor yang berbeda-beda dalam hidupnya. Bisa saja, mereka ‘kurang’ ngaji, atau faktor keluarga juga memengaruhi. Bisa jadi, keluarga mereka tidak seperti keluarga kita.

Ada beberapa saran saya yang bisa dilakukan:

  1. Fokus mempersiapkan.

Mempersiapkan ini dengan fokus mencari ilmu, ya! Upgrade diri jadi lebih baik. Kejar ilmu pernikahan, ilmu parenting, dan lain-lainnya. Jangan malah sibuk kepikiran hal-hal buruk. Gak berguna!

2. Hindari atau block konten-konten yang viral tentang kejadian buruk pernikahan.

Hal-hal tersebut malah bikin overthinking! Padahal belum tentu juga terjadi di hidup kita. Ya kan?

3. Minta do’a orang tua.

Ini part terpenting! Minta do’a ke mereka agar bisa mendapatkan suami seperti sosok ayah kita. Jika salah satu atau keduanya sudah meninggal, ziarah ke kuburnya. Do’akan mereka, bicara saja seperti biasanya. Melaporkan sudah sampai mana ikhtiar kita dalam proses pencarian si “dia”.

Ingat, jika niatnya memang untuk menambah khazanah keilmuan, maka boleh saja melihat kisah orang-orang yang pernah gagal atau mengalami masalah dalam pernikahan mereka, lalu kita ambil hikmah atau ibrah dalam kisah tersebut. Tapi kalau mikirnya udah sampai di tahap “Wah, ini pasti terjadi sama aku” dan menjadikan itu keyakinan, maka itu yang tidak boleh.

Apa yang kita lihat, itu akan berpengaruh pada mindset kita. Jadi, pilih-pilihlah tontonan yang bagus dan bernilai baik agar mendorong kita memiliki mindset dan menjadi pribadi yang lebih baik juga.

Belum pasti masalah yang sedang viral itu akan terjadi juga dalam hidup kita. Maka jangan sampai overthinking lalu mengganggu keputusan-keputusan besar kita. Bahaya!

Oleh: Zayyin Achamd

Editor: Faizahani A.

Faizahani Atikahsari

Faizahani Atikahsari

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Tanya Ustadz Umum

Q: Kenapa harus beribadah kalau ingin jadi orang baik?

Pertanyaan: “Emangnya ibadah itu syarat untuk dikatakan sebagai orang baik? Kan diluar sana banyak orang nggak ibadah tapi dia orang
Pra-Nikah Tanya Ustadz

Q: Gimana Agar Kita Bisa Dapet Jodoh Santri yang Rajin Sholat dan Bacaan Qur’an-nya Bagus?

Pertanyaan:“Ustadz, saya ada teman, dia seorang santri, punya pengetahuan agama yang baik, menjaga sholat walaupun sedang safar, dan bacaan ngajinya
Top