Isu Palestina yang saat ini semakin memanas setiap harinya menjadi perhatian di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Banyak sekali hal yang bisa dipelajari melalui keimanan dan keteguhan hati dari saudara-saudara seiman kita di Palestina. Maka pada Sabtu (19/1/2024) lalu, Better Youth mengadakan kajian yang berjudul “Belajar Keimanan dari Palestina” di Masjid Ash-Shabirin Surabaya, dengan mengundang Ustadz Zayyin Achmad dan Ustadz Husein Gaza sebagai pembicara.
Kajian dibuka dengan pemaparan Ustadz Zayyin Achmad selaku CEO dan pembina Better Youth Foundation mengenai kondisi di Gaza saat ini. Ustadz Zayyin mengungkapkan bahwa perang yang terjadi di Palestina merupakan “Perang Pemikiran”, dimana jika dulu perang pemikiran selalu dimenangkan oleh pihak Israel dan sekutunya karena adanya arus informasi yang selalu dikuasai dan dimanipulasi oleh mereka, maka saat ini keadaan berbanding terbalik dengan terbukanya mata dunia tentang keadaan sebenarnya yang terjadi di Palestina. Beliau mengungkapkan bahwa fakta bisa dimanipulasi namun tidak untuk kebenaran.
Setelah pemaparan dan edukasi oleh Ustadz Zayyin, selanjutnya kajian semakin memanas dengan kehadiran Ustadz Husein Gaza setelah sorakan riuh “Birruh Biddam Nafdika Ya Aqsa” oleh peserta. Sorakan tersebut mengandung arti yang begitu mendalam yakni Dengan nyawa, dengan darah kami akan membelamu ya Aqsa. Bentuk nyata keteguhan Umat Islam dalam membela masjid Al-Aqsa dan Palestina.
Ustadz Husein Gaza menyampaikan kepada peserta kajian bahwa alasan berkumpulnya kita saat itu bukan untuk meratapi Gaza melainkan sebuah upaya penghormatan untuk saudara-saudara kita disana. Beliau langsung memulai kajian dengan sesi interaktif dan mempersilahkan peserta untuk bertanya se-gamblang mungkin tentang kondisi di Palestina saat ini.
Sesi diskusi dimulai dengan jawaban Ustadz Husein akan pertanyaan salah satu peserta mengenai banyaknya arus informasi yang tidak benar mengenai Palestina di Indonesia. Maka beliau mengonfirmasi bahwa kurangnya informasi dan banyak hoaks-hoaks yang bermunculan di media sosial dikarenakan masyarakat Indonesia yang masih belum menyadari betapa pentingnya media sebagai kekuatan negara serta masyarakat yang masih cenderung mudah terprovokasi.
“Masalah kita selama ini gampang terprovokasi, tidak tahu siapa musuhnya. Ketika kita tahu jelas siapa musuh kita maka kita antar masyarakat Indonesia tidak akan saling bermusuhan”
Ustadz Husein Gaza.
Diskusi semakin menarik dengan pertanyaan salah satu peserta kajian yang meminta saran dari Ustadz Husein tentang bagaimana agar pemuda Indonesia bangkit dan melawan dalam perang pemikiran ini. Melalui pertanyaan itu, Ustadz Husein mengambil contoh dari sikap yang sejak dini sudah diajarkan oleh Ayahnya untuk mencintai Islam begitu dalam. Bahwa tugas kita saat ini sebagai umat muslim sekaligus generasi penerus adalah dengan melanjutkan perjuangan dan tetap istiqomah. Jangan lupakan bahwa urusan yang ada saat ini di Palestina adalah urusan penting dan berikan segala yang kita mampu semaksimal mungkin, karena lawan kita saat ini memberikan segalanya untuk membantai Palestina.
“Saya saja waktu dibilang mau dikasih waktu untuk istirahat setelah pulang ke Indonesia, saya langsung menjawab, berani-beraninya saya berpikir untuk beristirahat jika saudara-saudara saya di Gaza dibombardir tanpa istirahat” keteguhan yang kuat begitu melekat pada kalimat tersebut.
Pertanyaan terakhir dari peserta tentang alasan negara-negara Arab yang posisinya tidak jelas dalam membela Palestina kemudian memicu pemaparan yang cukup seru dari Ustadz Husein mengenai alasan dibalik negara-negara yang tertarik untuk “mengambil” Palestina dari warganya. Dalam pemaparannya, Ustadz Husein mengungkapkan bahwa Palestina merupakan wilayah yang strategis karena diapit oleh tiga benua sekaligus yakni Asia, Afrika dan Eropa sehingga Palestina begitu diinginkan oleh negara-negara adidaya karena letaknya yang di kemudian hari bisa menjadi sektor dagang utama. Pemaparan ini juga dilakukan dengan turut memperlihatkan peta Palestina untuk mempertegas bukti pernyataan tersebut.
Negara-negara Barat seperti Eropa dan Amerika tidak senang jika negara Arab bersatu karena bisa menjadi ancaman terhadap status quo yang mereka miliki saat ini sehingga mereka pun bersekutu dengan Israel untuk menguasai Palestina, bagi mereka menguasai Palestina berarti bisa menguasai dunia.
Maka dari itu beliau menganjurkan kepada seluruh peserta kajian untuk saling berlomba dalam membantu Palestina. Jangan mau kalah oleh opresi pihak Barat yang sejak dulu selalu mengkondisikan agar Umat Islam tidak bergerak saat Palestina dijajah. Apa sebabnya?
“Karena kita masih terjajah pikirannya. Yang butuh kita lakukan saat ini adalah dengan memboikot. Kalau sekarang tidak bisa membantu secara fisik maka kita bisa bantu dengan memboikot produk-produk yang mendukung Israel” tutur Ustadz Hussein saat itu.
Kajian ditutup dengan peringatan beliau untuk semua peserta mengenai kondisi masjid Al-Aqsa yang sudah sangat memprihatinkan. Maka kita sebagai Umat Islam tidak boleh tertidur lagi dan jangan lupakan bahwa ada masjid Al-Aqsa yang masih harus terus diperjuangkan. Terus upgrade diri, jangan pernah berhenti berbicara tentang kebenaran Palestina dan bantu saudara kita disana secara menyeluruh. (*)
Reporter : Ifda Faidah Amura

