Essay

Harusnya Muslim Juga Peduli Hewan dan Lingkungan Hidup!

Sebagai muslim memang kita harus selalu melakukan evaluasi diri apakah kita sudah benar-benar menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh ataukah masih sebatas ibadah-ibadah ritual saja. Ilmu yang kita pelajari di sekolah dan kuliah, jangan sampai hanya sekedar alat untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar, tanpa digunakan untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah memerintahkan untuk menyayangi semua ciptaan Allah yang ada di bumi, niscaya kita akan disayangi oleh penduduk langit yaitu para malaikat.

“Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama’”– Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.” —HR. Abu Dawud dan Timidzi.

Namun, sayangnya hari ini, saya melihat umat Islam tidak banyak yang tertarik mengimplementasikan hadits itu dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan hewan dan lingkungan hidup.

Sejauh pencarian saya di internet, sangat jarang ada gerakan dakwah yang fokus dakwahnya lebih ke perlindungan hewan dan lingkungan hidup. Sektor-sektor itu, justru lebih sering digarap oleh kalangan umum yang bukan membawa bendera Islam.

Mungkin ini perlu menjadi evaluasi bagi umat Islam agar lebih membuka mata bahwa dakwah itu bukan soal mengajak manusia kepada nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah saja (al-khair) , tapi juga kepada kebaikan-kebaikan umum dan universal yang juga diakui oleh manusia secara umum (al-ma’ruf) selama tidak bertentangan dengan al-khair.

Di Amerika, ada salah satu personel band metal Obituary, Donald Tardi, punya kepedulian terhadap kucing-kucing yang terlantar dijalanan. Mereka tidak terurus, tidak mendapatkan makan yang baik, bahkan kadang dalam kondisi cacat dan berpenyakitan. Donald mencurahkan perhatian dan menggalang dana yang cukup besar untuk kucing-kucing jalanan tersebut agar bisa dirawat hingga sehat.

Di skena punk dunia, ada banyak kolektif/band punk (seperti Youth of Today, Earth Crisis, dll) yang menentang habis-habisan penyiksaan terhadap hewan yang biasanya dilakukan saat akan dikonsumsi (disetrum, ditusuk besi panas, dll), atau untuk percobaan efek samping obat/kosmetik/lainnya sebelum produk itu diedarkan.

Di Indonesia, ada komunitas Pandawara yang beranggotakan lima orang pemuda yang hidupnya didedikasikan untuk membersihkan dan merawat lingkungan hidup dari sampah. Mereka rela berkotor-kotor nyemplung di got-got yang penuh sampah dan berbau busuk demi menjaga kestabilan lingkungan hidup di daerah itu.

Pertanyaannya, kok belum ada gerakan umat Islam di sektor-sektor ini ya? Kemana sarjana-sarjana muslim yang pernah mengambil jurusan Teknik Lingkungan? Dimana umat Islam dari lulusan-lulusan kedokteran hewan? Bukankah ini juga tanggungjawab kita sebagai muslim juga? Kalau personel band metal bisa, anak-anak punk di Barat bisa, kenapa yang muslim belum bisa? Ayo, mari kita jadikan ini sebagai kegelisahan kita, sampai kita bisa segera mendapatkan solusinya.(*)

Curhat Mingguan #3
Aditya Abdurrahman
17/01/2024

Editor: Faizahani Atikahsari

Betteryouth Foundation

Betteryouth Foundation

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Essay

Bertebaranlah di Muka Bumi!

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS.
Essay

Penyakit Psikologis Hoarding Disorder: Suka Beli Barang, Tapi Cuma Ditumpuk

PERKEMBANGAN modernisasi memang berdampak cukup besar kepada berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek psikologi. Mungkin ada yang pernah
Top