Pra-Nikah Tanya Ustadz

Q: Gimana Agar Kita Bisa Dapet Jodoh Santri yang Rajin Sholat dan Bacaan Qur’an-nya Bagus?

Pertanyaan:
“Ustadz, saya ada teman, dia seorang santri, punya pengetahuan agama yang baik, menjaga sholat walaupun sedang safar, dan bacaan ngajinya Masyaa Allah. Bagaimana cara dapat jodoh seperti dia ya, Ustadz?”

Jawaban:
Sebelum itu, mari tanyakan kepada diri kita,
“Apa yang membuat kita ingin jodoh seperti dia?”
“Apakah harus dia jodohnya?”

Pada kenyataannya, siapa yang kita harapkan menjadi pasangan hidup kita belum tentu akan menjadi jodoh kita. Sebanyak apapun kita berharap dia menjadi jodoh kita, tidak akan terjadi bila Allah tidak menghehendaki dia tertulis dalam kitab lauhul mahfuz. Maka berharap berjodoh dengan seseorang yang belum pasti hanya akan berpotensi membuat kita kecewa.

Dalam hidup, kita tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun, kita tetap boleh merayu Allah dengan berdoa agar diberikan jodoh dengan kriteria yang seperti dia, yang baik agamanya. Bisa jadi Allah tidak menjadikan dia sebagai jodoh kita karena Allah berencana akan memberikan kita jodoh yang terbaik untuk kita.

Sebagai muslim, wajar kalau kita ingin mendapat jodoh yang baik agamanya, bahkan harus. Sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah pernah berpesan bahwa “wanita umumnya dinikahi karena 4 (empat) hal: hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Karena itu, pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung.” Ini juga berlaku untuk perempuan yang akan memilih pasangan suami.

Dalam Islam, pernikahan bukan hanya sekadar mempertemukan dua orang yang saling mencintai, namun juga sebagai ibadah terpanjang yang dikerjakan dengan tujuan memperoleh ridha Allah. Proses pernikahan mungkin hanya berlangsung satu atau dua hari saja, namun pelaksanaan kehidupan pernikahan berlangsung seumur hidup bahkan sampai akhirat nanti. Maka pernikahan yang baik bukan hanya melibatkan ikatan romantis, tetapi juga mengikat komitmen dalam ketaatan kepada Allah.

Dalam QS. An-Nisa ayat 21, Allah menyebutkan bahwa pernikahan merupakan “mitsaqan ghalidza”yang berarti perjanjian yang kuat dan agung, yang bukan hanya mengikat antara laki-laki dan perempuan maupun keluarganya, tetapi juga dengan Allah. Maka seorang muslim harus paham konsekuensi memilih pasangan yang akan menemani bukan hanya di dunia, tetapi sampai di Surga. Oleh karena itu, menjadi penting bagi seorang muslim dalam memilih siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya.

Dalam menanti jodoh, bisa jadi waktu yang diperlukan tidak sebentar dan perlu kesabaran. Kita harus memahami bahwa segala sesuatu membutuhkan waktu, termasuk mencari pasangan hidup. Pada akhirnya, kita akan kembali menempatkan harapan dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan jodoh yang baik di waktu yang tepat.

Selama masa penantian ini, hal yang bisa kita lakukan sebagai muslim adalah selalu berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah dalam setiap langkah yang kita ambil. Tidak menutup diri untuk senantiasa memperbaiki diri agar semakin siap dan layak menerima jodoh yang baik. Allah akan mempertemukan kita dengan seseorang yang menurut Allah layak untuk kita.

Allah telah menyebutkan dalam QS. An-Nur ayat 26 bahwa “…wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” Maka apabila kita memiliki keinginan kuat untuk dipertemukan dengan jodoh yang baik agamanya, maka kita juga harus bersedia memperbaiki kualitas diri kita dan menyelesaikan segala sesuatu yang belum selesai pada diri kita.

Kalau kita ingin mendapat jodoh yang paham agama, maka mulai sekarang kita juga harus mulai belajar ilmu agama. Kalau kita ingin punya pasangan yang tidak pernah meninggalkan sholat, maka kita juga harus mulai istiqomah menjaga kualitas sholat kita. Kalau kita ingin punya pasangan yang bacaan al-Qur’annya bagus, maka kita juga harus mulai memperbaiki bacaan ngaji kita.

Kita tidak bisa hanya menuntut Allah memberikan pasangan yang baik untuk kita, tanpa memperbaiki kualitas diri kita. Allah akan memberikan jodoh yang baik untuk kita yang telah siap menerima dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menjadi pribadi yang baik secara agama, kemungkinan memperoleh pasangan yang sama-sama baik agamanya juga semakin besar.

Dalam memperbaiki diri ini, tidak hanya akan memberikan peluang dalam memperoleh jodoh yang baik, namun juga akan berdampak baik pada kehidupan sehari-hari kita, baik dalam hubungan dengan Allah maupun hubungan dengan sesama manusia. Maka memperbaiki kualitas diri secara keseluruhan akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik sehingga Allah memberikan rahmatNya pada kita.

Jadi, kalau ingin mendapat jodoh yang baik agamanya maka banyak-banyak mendekat ke Allah yang menggenggam takdir kita. Semakin rajin kita berdoa, semakin kita perbaiki kualitas diri kita, semakin dekat kita kepada Allah, dan semakin besar peluang kita untuk dipertemukan dengan pasangan yang baik. (*)

Penulis: Zayyin Achmad
Editor: Faizahani Atikahsari

Betteryouth Foundation

Betteryouth Foundation

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Tanya Ustadz Umum

Q: Kenapa harus beribadah kalau ingin jadi orang baik?

Pertanyaan: “Emangnya ibadah itu syarat untuk dikatakan sebagai orang baik? Kan diluar sana banyak orang nggak ibadah tapi dia orang
Pra-Nikah Tanya Ustadz

Q: Gimana Kalau Jodoh Saya Tidak Setulus Ayah Saya? Saya Takut dan Was-Was Memilih Calon Suami

Pertanyaan: “Ustadz, bagaimana meyakinkan hati dengan pernikahan? Karena sejujurnya, saya sering dihantui rasa takut. Bagaimana nantinya calon suami saya tidak
Top