Event

Report Event: Pra-nikah Series “Tahun Baru Bukan untuk Luka yang Baru”

Alhamdulillah, awal tahun di bulan Januari 2024 ini telah terlaksana Kajian Pra-Nikah Series pada Ahad (7/1/24) secara terbuka di Masjid Ash-Shabirin Surabaya dengan narasumber pakar ta’aruf, yakni Ustadz Zayyin Achmad selaku founder sekaligus pembina Better Youth Foundation.

Kajian pra-nikah merupakan forum bulanan yang diselenggrakan oleh Main Ke Masjid guna  membahas terkait fikih nikah sebelum membina rumah tangga. Serta membantu dan membimbing kesiapan pemuda/i untuk melanjutkan hidup ke jenjang berikutnya yang lebih serius.

Pernikahan sendiri menjadi ikatan dua orang untuk hidup bersama selamanya. Ada proses dari dua jiwa untuk membentuk keluarga baru. Dalam Islam, pernikahan sudah menjadi bagian dari “sunnatullah”, pada setiap makhluk bernyawa, termasuk manusia. Tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis, namun juga banyak makna di dalamnya. Oleh karena itu, menikah merupakan hal yang dibutuhkan hampir setiap manusia.

Kajian ini dimulai dengan alur yang cukup unik, yaitu cerita nyata yang dialami sendiri oleh Ustadz Zayyin terkait lika-liku dalam menjalani proses ta’aruf serta ujian-ujian berat lainnya yang beliau alami sehingga sampai pada titik menemukan jodoh terbaiknya saat ini.

Dalam cerita tersebut, diharapkan para jama’ah mendapatkan pesan tersirat, terlebih lagi bagi mereka yang pernah terluka dan skeptis terhadap pernikahan karena banyak trauma yang dulu pernah dialami.

Ustadz Zayyin menuturkan, kenapa banyak di antara kita yang takut menikah? Karena kita dulu sering menumpuk-numpuk luka dan tidak pernah tahu bahwa tindakan kita itu salah. Tidak pernah belajar cara untuk menyembuhkannya.

“Maka cara terbaik untuk sembuh adalah menyadari kesalahan, tidak mengulangi dan menerima bekas luka”, ungkap Ustadz Zayyin.

Dalam Q.S. Yunus ayat 44 menjelaskan, “Sesungguhnya Allah tidak mendzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang mendzalimi dirinya sendiri.”

Maksud dari ayat tersebut ialah Allah tidak pernah memiliki niat melukai hamba-Nya sendiri, melainkan kita sendiri yang suka melukai diri sendiri dengan melanggar perintah-Nya. Terbukti dengan banyaknya trauma yang dialami oleh kebanyakan remaja hingga pemuda dalam perihal cinta.

Ustadz Zayyin juga menambahkan, “Kenapa orang mudah terluka? Karena dia terlalu mudah menyerahkan penuh hatinya kepada seseorang yang belum mampu menjaga sesuatu yang berharga.”

Maka, ada baiknya kita menjaga hati sebelum akhirnya diserahkan kepada yang berhak mendapatkannya. Dengan menjaga diri agar tidak mudah dilukai. (*)

 

Reporter: 1001 metafora

Mimin

Mimin

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Event

Pemuda Baik

CAMPAIGN PROJECT, program penyuluhan mengenai bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba dan alkohol, pergaulan bebas (free sex), dan pemakaian tato
Event

Youth Care

Program penyaluran bantuan untuk orang-orang yang kesulitan dikarenakan faktor ekonomi, bencana, atau musibah. Bentuk program ini meliputi beasiswa untuk pemuda,
Top