BANYAK yang kaget, kalau saya ternyata pembaca setia manga Dragon Ball hingga saat ini. Bahkan bukan cuma itu, sampai hari ini saya masih setia nungguin chapter-chapter terbaru dari One Punch Man, My Hero Academia, Jujutsu Kaisen, dan yang baru-baru ini Blue Lock.
Belum lagi update anime terbaru. Saya termasuk penggemar dan pengamat Attack on Titan. Selain itu, saya termasuk yang sedang ga sabar nungguin season terbaru dari Haikyuu (pertarungan antara Karasuno Vs. Nekoma), Demon Slayer (Hashira Training Arc), JJK, One Piece, dan masih banyak lagi.
Tapi jangan dikira saya cuma sekedar buang waktu. Ada banyak pelajaran berharga yang saya dapat dari baca komik dan nonton anime. Saya dapatkan pelajaran tentang birrul walidain dan kasih saya seorang kakak kepada adiknya dari Kimetsu No Yaiba, pelajaran tentang kesetiaan dan perjuangan dari Attack on Titan, pelajaran tentang persahabatan dari Boku No Hero Academia, sampai soal kegigihan juga saya dapat dari Haikyuu dan Blue Lock. Semua jadi kisah-kisah yang inspiratif bagi saya, yang umumnya selaras dengan apa yang saya dapatkan dari ajaran agama Islam.
Ya kadang, kalau berinteraksi dengan teman-teman yang milenial, kita perlu punya perumpamaan yang dekat dengan kehidupan mereka. Tanpa analogi-analogi yang dekat dengan minat mereka, kadang dakwah kita di-skip gitu aja.
Misalnya, dalam kisah Okotsu Yuuta dan Rika dalam Jujutsu Kaisen 0, yang mana mereka berteman sejak kecil, lalu saling suka, dan berjanji menikah. Qodarullah, Rika meninggal kecelakaan. Karena saking cintanya Yuuta kepada Rika, akhirnya dimanfaatkan oleh “kutukan” (baca: syetan) sebagai pintu masuk ke diri Yuuta. Gara-gara apa? Dulu pernah mengikat janji menikah saat masih bocil.
Pelajarannya apa?.. Pertama, berjanji menikah saat masih bocil tidak wajib ditepati ketika dewasa apabila kondisinya telah berubah secara ekstrim. Dalam kasus Yuuta, karena Rika sudah meninggal. Kedua, yang paling penting, bahwa orang yang bucin berlebihan hingga tertutup mata hatinya justru akan membuka pintu syetan untuk menguasai dirinya.
Itu salah satu contoh bukti bahwa banyak pelajaran dari anime yang kadang sejalan dengan fitrah Islam kita. Lainnya, terlalu banyak kalau diceritakan disini. Sekedar info, kamu bisa intip beberapa tulisan saya (dan temen-temen) tentang pelajaran-pelajaran menarik dari manga/anime di akun IG @wakamono.club . Kalau kamu merasakan hal yang sama, boleh kamu tuliskan pengalamanmu di kolom komen.(*)
Catatan Mingguan #2
Aditya Abdurrahman
08/01/2024
Editor: Faizah

