Essay

Susahnya Meyakinkan Orang Tua

Bersyukur kalau saat kita berhijrah langsung didukung oleh orang tua kita. Mereka percaya bahwa kita telah berusaha memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Berusaha lebih shalih, lebih taat ibadah, lebih sering ke masjid, lebih rajin ngaji, atau udah berkomitmen meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dulu sempat membuat orang tua kita hilang kepercayaannya kepada kita. Bersyukur kalau mereka percaya dan mendukung kita, sehingga kita semakin semangat berhijrah.

Tapi tidak sedikit juga pemuda-pemuda yang curhat tentang betapa kecewa dan sedihnya dia ketika sudah ingin totalitas berhijrah, namun orang tua tidak mendukung, menganggap biasa-biasa saja, dan yang lebih mengecewakan lagi adalah orang tua justru berprasangka buruk dengan hijrah yg sudah dia tekadkan.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Pertama, perlu dipahami bahwa orang tua bersikap seperti itu karena MEREKA BELUM TAHU bagaimana yang sebenarnya. Mereka belum tahu seberapa serius kita berusaha berubah jadi anak yang baik. Mungkin mereka mengira perubahan itu cuma “modus” untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dari mereka. Karena mungkin sebelumnya kita pernah bersikap baik cuma untuk merayu mereka. Maka dari itu, jangan anda marah atas sikap mereka tersebut. Bersabarlah, karena itulah ujian untuk membuktikan seberapa serius anda berubah.

Kedua, pahamilah juga bahwa mungkin sudah PULUHAN TAHUN orang tua menjadi “korban” dari kedurhakaan anda kepada mereka. Puluhan tahun mungkin anda menipu mereka, bersikap kasar, suka membantah, dan tidak menunjukkan sikap berbakti. Bukankah wajar jika anda baru beberapa minggu saja berhijrah namun belum mendapat kepercayaan penuh dari mereka? Maka jangan protes jika hari ini anda belum dipercaya. Sekali lagi bersabarlah, karena itu bagian dari proses yang harus anda lalui.

Terakhir. Satu hal yang perlu anda tahu, bahwa tidak ada orang tua yang tidak bahagia memiliki anak shalih dan berbakti. Apapun yg mereka lakukan kepada anda, balaslah dengan akhlak yang santun, sabar, dan tidak lupa didoakan. Insya Allah itu solusi yg terbaik. (*)


Oleh: Aditya Abdurrahman
Editor: Faizahani Atikahsari

Faizahani Atikahsari

Faizahani Atikahsari

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Essay

Bertebaranlah di Muka Bumi!

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS.
Essay

Penyakit Psikologis Hoarding Disorder: Suka Beli Barang, Tapi Cuma Ditumpuk

PERKEMBANGAN modernisasi memang berdampak cukup besar kepada berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek psikologi. Mungkin ada yang pernah
Top