Bulan Ramadhan jadi bulan yang paling ditunggu-tunggu umat Islam di seluruh dunia. Waktunya dianggap penuh keberkahan dan sangat berharga, di mana setiap amal kebaikan yang dilakukan akan mendapat ganjaran yang melimpah.
Selama bulan puasa dilaksanakan, banyak tradisi yang dilakukan. Tidak hanya tarawih, sahur, buka puasa bersama, tetapi juga menghidangkan takjil untuk berbuka puasa. Kali ini ada yang berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, sampai-sampai orang-orang yang non-muslim turut andil. Ya, berburu takjil. Rasanya kurang lengkap kalau Ramadhan tidak dibarengi dengan tradisi berburu takjil. Jenis makanan dan minuman yang sulit ditemui waktu hari biasa, sekarang baris di stand-stand para pedagang. Ini yang bikin kita makin semangat berburu takjil. Benar gak? Hehehe.
Belakangan ini kebiasaan berburu takjil tidak hanya dilakukan oleh umat muslim saja. Melalui media sosial, terlihat bahwa bulan Ramadhan ini juga diikuti oleh antusiasme masyarakat non-muslim di Indonesia hingga “perang takjil” ini terjadi.
“Kepada penjual takjil yang terhormat, tolong terapkan aturan memperlihatkan KTP sebelum membeli. Saya capek war takjil kayak war tiket konser.”
Itulah keresahan yang dialami oleh saudara-saudara muslim kita yang selalu kehabisan takjil setiap menjelang buka puasa karena diborong oleh saudara-saudara non-muslim. Bahkan menurut aduan netizen di media sosial, umat non-muslim ini memborong kudapan puasa tersebut mulai dari jam tiga sore.
“Tolonglah kalau mau beli takjil tuh jam setengah lima sore aja, jam tiga sore kita masih pada lemes-lemesnya buat ikutan war.” Tutur salah satu umat muslim yang berpuasa penuh.
Wah, ternyata takjil tidak cuma menarik minat umat muslim yang berpuasa saja, tapi juga dari umat beragama lainnya. Inilah yang membuat berburu takjil jadi makin meriah. Hal ini banyak dibagikan di media sosial, berbagai komentar candaan dan lucu dari netizen Indonesia juga bikin keseruan Ramadhan 2024 makin terasa.
Tapi sadar gak sih kalau Ramadhan ini jadi petunjuk buat seluruh umat manusia? Dari mana petunjuknya? Petunjuknya ada di Q.S. Al-Baqarah ayat 185. Let’s see….
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
Pada ayat tersebut menjelaskan tentang bulan Ramadhan buat “siapa”-nya jadi berbeda. Al-Qur’an tidak hanya untuk muslim saja tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Bulan Ramadhan juga bulan untuk merayakan turunnya Al-Qur’an. Nah, melalui Al-Qur’an saja, Allah sudah menjadikannya akses gratis untuk jadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Istilahnya adalah Huda linnas.
Fenomena ini menjadikan toleransi dalam semangkuk takjil jadi semakin indah. Ini bukan hanya sekadar kuliner belaka, tapi menjadi momen mengeratkan umat beragama di bulan Ramadhan. Momen-momen seperti ini bisa jadi pembelajaran tentang pentingnya saling menghormati dan menerima perbedaan. Selain itu, aksi berburu takjil Ramadhan ini juga membantu meningkatkan perekonomian pedagang UMKM. Jadi semua orang bisa mendapatkan berkahnya: pedagang, umat muslim yang berpuasa, bahkan teman-teman non-muslim lainnya.
Melalui petunjuk dalam Al-Qur’an pula, jangan heran jika bulan Ramadhan itu bukan hanya jadi kebahagiaan bagi yang muslim saja, tetapi juga kebahagiaan bagi seluruh umat manusia.
Selamat menjalankan ibadah puasa dan jangan lupa berbagi sesama! (*)
Oleh: Faizahani Atikahsari

