SURABAYA– Kajian akbar bertajuk “Guyub Bareng Baik Bareng” sukses berlangsung selama dua hari di dua lokasi berbeda, menyatukan ribuan hati masyarakat dalam semangat ukhuwah yang mendalam. Acara utama pada Sabtu (18/4/2026) berlangsung di Masjid Al Akbar Surabaya, di mana puluhan ribu jamaah berkumpul dalam satu barisan tanpa sekat, menciptakan atmosfer persaudaraan yang luar biasa.
Acara dibuka dengan tilawah merdu dari Hamas Syahid Izzudin, disusul paparan Ustadz Aditya Abdurrahman mengenai dakwah yang merangkul. “Menjadi baik itu sebuah proses, dan melakukannya bersama-sama (bareng) akan membuat langkah kita jauh lebih ringan,” tuturnya menekankan pentingnya pendampingan pemuda tanpa kecuali. Semangat ini diperkuat oleh Ustadz Luqmanul Hakim yang mengajak jamaah memiliki “mental pemberi”. Beliau mengingatkan, “Harta dan tenaga yang dikontribusikan untuk dakwah adalah investasi akhirat yang tidak akan terputus.”

Suasana menjadi lebih teduh saat Habib Muhammad Bin Anies Shahab menyampaikan pesan tentang mahabbah. Beliau menekankan bahwa “Guyub Bareng” adalah cerminan akhlak Nabi yang mencintai umatnya tanpa membeda-bedakan. Puncak majelis di Masjid Al Akbar ditandai dengan tausiah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menegaskan bahwa kehadiran massa yang masif adalah bukti cahaya hidayah selalu terbuka. UAS berpesan kepada para relawan, “Luruskan niat, karena setiap peluh dalam menyelenggarakan majelis ilmu akan menjadi saksi di hadapan-Nya kelak.” Kebahagiaan malam itu pun ditutup dengan pengundian hadiah umrah gratis yang diraih oleh Ibu Anik Rosyidah asal Pasuruan.

Berlanjut ke acara kolaborasi Guyub Bareng Baik Bareng di Masjid Nuruzzaman, Universitas Airlangga, yang sekaligus menjadi saksi pelantikan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya masa bakti 2026-2031. Dr. H. Arif Afandi, M.Si., selaku Ketua DMI Surabaya terpilih, menegaskan visinya untuk menjadikan masjid sebagai simpul guyub melalui penguatan ekonomi jamaah.

Dalam kajian di Masjid Nuruzzaman, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, menekankan pentingnya transformasi digital dan pembangunan ekosistem. “Sesuatu yang bermanfaat akan tetap bertahan di muka bumi, sementara yang tidak bermanfaat akan hilang,” tegas beliau. Pesan ini disambung dengan hangat oleh Katib Aam PBNU, K.H. Ahmad Said Asrori, yang menggarisbawahi silaturahim sebagai benteng utama di tengah situasi dunia yang tidak menentu. Beliau berpesan, “Jangan ada hasud atau iri hati. Kita harus memiliki alaqah rohaniah dan jasadiah, hubungan batin dan fisik yang kuat.”
Menutup rangkaian tausiah, Prof. Dr. Thohir Luth, MA, menyamakan khidmah di masjid sebagai jihad fisabililla yang akan mengangkat derajat kemuliaan di sisi Allah SWT. Dua hari rangkaian acara ini diakhiri dengan doa bersama, membawa harapan besar bahwa semangat “Guyub Bareng Baik Bareng” akan melahirkan gerakan yang mampu memakmurkan masjid sekaligus menyejahterakan seluruh jamaahnya di Surabaya.

