Ekspedisi pertama Pasukan Baik telah terlaksana dengan membawa momen yang sangat apik!
Bersama 23 Penjelajah Kebaikan—sebutan volunteer Ekspedisi Jelajah Kebaikan—berangkat ke daerah terpencil di wilayah Sidoarjo, yakni Dusun Kepetingan yang kondisinya terisolir pada hari Sabtu (24/02/2024). Berangkat melalui jalur air menggunakan perahu motor selama 1 jam lamanya dengan membawa hadiah untuk masyarakat di dusun tersebut. Kegiatan ini mendapat support dari Dompet Amanah Umat (DAU).
Kenapa harus di Dusun Kepetingan? Banyak yang tidak tahu wilayah terpencil ini. Kondisinya terisolir, apabila warganya ingin berbelanja kebutuhan harus menempuh 1 jam lamanya dengan menyebrangi sungai. Harga bahan pokok juga terasa mahalnya dan sulit didapatkan. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan dan buruh tambak.
Sesampainya di lokasi, disambut dengan sumringah oleh warga dengan berbondong-bondong membantu membawa peralatan dan perlengkapan kegiatan ekspedisi. Selanjutnya, para Penjelajah Kebaikan mulai beraksi di pos masing-masing.



Tim Sosial
Tim sosial membagikan 30 paket sembako yang di dalamnya juga ada 5 kg beras serta uang tunai untuk dibagikan kepada warga dhuafa. Tidak hanya itu, anak-anak yatim dan guru ngaji tidak luput dari perhatian dengan memberikan beasiswa pendidikan serta hadiah untuk mereka.





Tim Edukasi
Tidak hanya bagi-bagi sembako gratis kepada warga saja, ekspedisi ini tentunya juga mengangkat nilai-nilai pendidikan untuk diberikan kepada anak-anak di Dusun Kepetingan. Dengan memberikan konsep bercerita tentang cita-cita, tim edukasi menghimbau agar anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan mereka sampai jenjang yang lebih tinggi.
Setelah ditelisik, ternyata di dusun tersebut memiliki keterbatasan akses pendidikan. Hanya terdapat 2 gedung kecil yang dipergunakan sebagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), itu pun hanya terdapat 3 ruangan di setiap gedungnya dan setiap ruangannya harus dibagi lagi menjadi 2 agar seluruh murid bisa belajar. Guru yang mengajar juga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh jika hendak berangkat ke sekolah.
Tim edukasi juga membagikan kebahagiaan berupa hadiah berupa snack, susu UHT, dan alat tulis kepada anak-anak agar semakin semangat menuntut ilmu di sekolah.



Tim Medis
Ekspedisi ini juga memberikan kabar gembira kepada warga yang telah lanjut usia. Dengan membawa tenaga kesehatan sebagai tim medis untuk cek kesehatan gratis berupa cek GDA, asam urat, kolesterol, dan membagikan puluhan vitamin kepada warga.
Karena wilayah yang terisolir, hampir tidak ada rumah sakit atau bahkan puskesmas di dusun ini. Warga berbondong-bondong datang dengan keluhan sakit yang diderita agar bisa di cek kondisi kesehatan mereka.



Dari ekspedisi ini, apa yang didapatkan oleh para Penjelajah Kebaikan? Pengalaman berharga. Ya, bersentuhan langsung dengan kondisi warga di lokasi yang jauh dari perhatian, ditambah lagi banyak dari para volunteer yang baru pertama kali terjun ke lapangan seperti ini. Mereka turut mendengar keluh kesah masyarakat dan melihat kondisi pendidikan di pelosok yang memprihatinkan.
“Saya warga Sidoarjo sendiri tidak tahu di mana dan apa itu Dusun Kepetingan. Jadi ketika saya mendaftar ekspedisi ini, saya jadi tahu. Melalui ekspedisi ini, saya sangat salut sekali karena timnya sangat mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, di sini sangat kekurangan tenaga medis dan pendidik, langsung ekspedisi ini menggelar kegiatan yang di dalamnya juga ada program cek kesehatan gratis dan belajar serta bermain bersama anak-anak. Sangat sesuai ekspektasi.” Ujar Roy Allam, salah satu Penjelajah Kebaikan yang kesehariannya berprofesi sebagai tenaga medis dan di ruang operasi.
Tidak hanya Roy Allam, beberapa dari Penjelajah Kebaikan juga dari luar Surabaya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena meningkatkan kesadaran atas kepedulian sosial dalam diri mereka. Tidak hanya itu, mereka jauh-jauh datang dan akhirnya menyadari potensi dan mengenali diri mereka sendiri.
Banyak value kebaikan yang diterima. Hubungan ini terasa timbal balik, bagaikan simbiosis mutualisme. Kebahagiaannya tidak hanya dirasa oleh para penerima manfaat, tetapi juga Penjelajah Kebaikan yang turut andil di dalamnya.
Bahkan, di sudut terpencil Dusun Kepetingan ini, tersimpan banyak makna. Keteguhan dan kesabaran guru yang harus menempuh perjalanan jauh demi mendidik anak-anak masa depan bangsa, para bapak dan ibu yang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga, hingga anak-anak yang semangat meneriakkan cita-citanya. Semoga Pasukan Baik semakin meluas kebermanfaatannya.
Ekspedisi Jelajah Kebaikan, Siap Menjelah! (*)
Reporter: Faizahani A.











